Persatuandengan kesatuan bisa mengatasi seluruh perbedaan dengan penuh kesabaran serta kesadaran. Persatuan dalam berbangsa serta bernegara bisa membuat pembangunan nasional yang berjalan lancar, aman, baik serta yang sesuai dengan harapan.
Agustus 17, 2022 oleh Tim Editorial Rasa cinta tanah air harus dipupuk sejak dini. Sikap nasionalisme yang kuat akan membuat negara dan bangsa menjadi kuat. Sikap cinta tanah air tersebut saat ini tidak lagi berperang memanggul senjata seperti yang terjadi sebelum masa kemerdekaan.
25 Pantun Keren dan Penuh Semangat untuk Memperingati Hari Sumpah Pemuda Sumpah pemuda menjadi pengikat jati diri bangsa untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Nah, berikut ini ada beberapa pantun tentang Hari Sumpah Pemuda yang dapat dijadikan caption dan dibagikan di whatsapp, instagram, atau media sosial lainnya.
Gotong royong dengan semangat Pasti beban tiada berat. 8. Beli rantang isinya kismis Rasanya renyah diminta pengemis Gotong royong terasa manis Kerja sama dengan optimis. 9. Bunga bakung jangan ditabur Letakkan saja di depan sumur Gotong royong bekerja lembur Semoga kelak hidupnya makmur.
Nahtanpa berlama-lama lagi, berikut ini ialah sejumlah kata-kata bijak dari para pahlawan bangsa demi mencapai persatuan dan kesatuan bangsa, mulai dari: #1 Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri. - Mohammad Yamin.
Untuklebih jelasnya tentang puisi yang bertema persatuan dalam keberagaman dan perbedaan disimak saja puisinya dibawah ini. KARENA KITA INDONESIA Karya : Imam dan Ita Anggraeni. Dari sabang hingga merauke Terbentang luas kekayaan bangsa Beragam suku dan bahasa Di bawah naungan satu bendera. Begitu banyak hal berbeda Dari adat hingga agama
. – Pantun adalah satu dari sekian jenis puisi lama, yang memiliki sejumlah bait dan baris. Pantun sendiri istilahnya berasal dari bahasa Minangkabau, yaitu patuntun yang dapat diartikan sebagai “penuntun”. Umumnya, dalam sebuah pantun, terdapat empat larik baris, dimana pada setiap baris tersebut terdiri dari 8 hingga 12 suku kata, dan akhirannya selalu memiliki pola dan bunyi yang sama, a-b-a-b dan a-a-a-a tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a. Sejak dulu, pantun dianggap sebagai salah satu titik budaya yang menempati posisi penting dalam kehidupan manusia, terutama diantara masyarakat Melayu. Pantun biasanya digunakan dalam setiap kesempatan apapun, misalnya dalam permainan kanak-kanak, ketika akan mengungkapkan cinta, saat melakukan acara lamaran dan pernikahan, dalam lagu dan nyanyian, serta dalam hajatan apapun. Singkatnya, pantun selalu menghiasi setiap tahap kehidupan yang terjadi pada masyarakat Melayu. Jika ditelusuri kembali awal mulanya, pantun sebenarnya merupakan sastra berbentuk lisan, akan tetapi sekarang ini orang-orang banyak menjumpai bentuk pantun yang telah ditulis. Di dalam pantun, terdapat dua bagian yang biasanya tidak saling berhubungan namun tetap terikat, yaitu sampiran dan isi. Namun yang manakah bagian isi dan yang mana bagian sampiran? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pantun terdiri dari empat baris, pada dua baris pertama, itulah yang disebut Sampiran. Sedangkan dua baris selanjutnya adalah isi dari pantun. Sampiran biasanya banyak dikaitkan dengan hal-hal tentang alam, sedangkan isi pantun merupakan bagian yang menjelaskan atau menegaskan maksud dari pantun tersebut. Untuk lebih jelasnya, akan diberikan beberapa contoh pantun tentang persatuan, seperti berikut ini Pantun 1 Jalan-jalan ke kota Batu Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwi Pantun diatas merupakan salah satu contoh pantun persatuan yang menggunakan bunyi a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi dari pantun yang menegaskan bahwa dalam kehidupan setiap orang harus saling membantu satu sama lain, bersatu guna menjaga kedamaian dan keindahan bumi pertiwi. Pantun 2 Sia-sia tenggelam dalam duka Duduk dipintu jangan dipaksa Penduduk nya beribu suku bangsa Indonesia ber-Bhinneka Tunggal Ika Pantun kedua memiliki pola akhiran a-a-a-a. Maksud dari pantun tersebut menegaskan bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki begitu banyak budaya, ras, agama, suku bangsa, dan lain sebagainya. Namun dibalik berbagai perbedaan itu, negara kita tetap merupakan satu kesatuan yang juga disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ber-Bhinneka Tunggal Ika . Pantun 3 Buah naga buah semangka Dimakan tinggalah cangkang Meski dalam suka dan duka Persatuan jangan hilang Sama halnya dengan pantun pertama, pantun ketiga ini juga menggunakan pola a-b-a-b. Pada baris sampiran, pantun menggambarkan tentang buah-buahan yang mana ketika daging buahnya habis, maka yang tersisa tinggalah kulit. Pada baris isi, dijelaskan tentang bagaimana seseorang seharusnya senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berada dalam situasi apapun. Sedih, suka dan duka bukanlah sebuah penghalang untuk bangkit bersama mewujudkan suatu kesatuan bangsa. Pantun 4 Biarkanlah umpan dimangsa Hawa dingin masuk kebaju Janganlah kita suka memaksa Bila ingin negara maju Pantun 5 Aisyah menenun sambil puasa Kemana dibawa kain basah Janganlah persatuan ini binasa Karena ego bangsa kita terpecah Secara garis besar, pantun ke-4 dan ke-5 tidak memiliki banyak perbedaan. Ketiganya menggunakan bunyi akhiran yang sama, yaitu a-b-a-b. Selain itu, maksud dan tujuan yang ingin disampaikan dalam pantun juga tidak berbeda, yaitu bagaimana setiap orang sebaiknya membuang sikap egois, paksaan, dan segala hal negatif lainnya guna membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Menghindarkan bumi pertiwi dari segala bentuk perpecahan yang dapat membinasakan. Persatuan merupakan satu hal yang telah diperjuangkan bangsa Indonesia sejak dulu. Mengekspresikannya melalui sebuah pantun tidak hanya akan menjaga dan memelihara budaya seni Indonesia, namun juga mampu menjadi alat untuk melatih alur berpikir seseorang. Pantun mengajarkan kita untuk menelaah makna sebelum menuturkan kata, melatih kita berpikir cepat dengan memainkan berbagai rangkaian kata yang menarik. Bahkan hingga saat ini, remaja atau pemuda yang pandai melanturkan pantun, biasanya akan lebih dihargai oleh banyak orang. Artikel ini dikunjungi dengan topik . Baca juga artikel menarik lainnya .
Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 060336 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d80d94648eb0a69 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
– Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya. Mulai dari benda-benda peninggalan masa lalu, makanan tradisional dari berbagai daerah di nusantara, kesenian dan tari tradisional, serta karya sastra tradisional, seperti merupakan salah satu jenis puisi lama yang biasanya dikumandangkan dengan senandung atau nyanyian. Pantun adalah salah satu karya sastra asli Indonesia yang berasal dari tanah Melayu di wilayah Minangkabau, Sumatera Barat. Pantun berasal dari kata “patuntun” yang dalam bahasa Minangkabau berarti “penuntun”. Sementara di daerah lain di nusantara, misalnya saja di Jawa, pantun dikenal dengan istilah “parikan”, di Sunda dikenal dengan istilah “paparikan”, sedangkan di Batak dikenal dengan istilah “umpasa”.Pantun mempunyai fungsi sebagai berikut Secara umum sebagai alat penguat dalam penyampaian sosial sebagai alat pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Seseorang akan dihargai jika memiliki kemampuan pantun sebab pantun akan menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan alat pemelihara bahasa sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Pantun juga melatih orang berfikir secara asosiatif bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Pantun mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut terdiri atas 4 larik atau 4 baris bila dituliskansetiap baris terdiri dari 8 – 12 suku katabersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-aBentuk pantun terdiri atas 2 bagian, yaitu Sampiran, yaitu 2 baris pertama yang kerap berkaitan dengan alam mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya, dan biasanya tak memiliki hubungan dengan bagian ke-2 yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/ yaitu 2 baris terakhir yang merupakan tujuan dari pantun yang awalnya hanyalah berupa sastra lisan, kini telah banyak dijumpai dalam bentuk tertulis. Kemudian dalam perkembangannya, pantun berkembang lagi menjadi 2 jenis, yaitu Karmina merupakan pantun versi pendek karena hanya terdiri dari 2 barisTalibun merupakan pantun versi panjang karena terdiri dari 6 baris atau lebihPantun memiliki beragam jenis, yaitu Pantun adatPantun agamaPantun budiPantun jenakaPantun kepahlawananPantun kiasPantun nasihatPantun percintaanPantun perpisahanPantun peribahasaPantun teka-tekiLalu bagaimana dengan pantun bersatu? Pantun bersatu sepertinya masuk dalam kategori yang beragam pula berdasarkan jenis yang ada di atas. Bisa sebagai pantun kepahlawanan, adat, agama, budi, nasihat bahkan pantun percintaan, sebab bersatu memiliki makna yang luas. Bisa bersatu dalam satu kesatuan berbangsa dan bertanah air, bersatu dalam menjalankan syariat agama maupun adat istiadat, bersatu dalam berbuat kebaikan, ataupun bersatu dengan seseorang yang kita Pantun Bersatu Sebelumnya, telah dibahas pula mengenai contoh pantun tentang persatuan. Berikut ini beberapa contoh lainnya mengenai pantun bersatu atau persatuan Pantun 1Buah manggis buah duku Getahnya banyak rasa madu Alangkah indah Indonesiaku Rakyatnya bersatu paduPantun di atas bersajak akhir dengan pola a-a-a-a, dimana baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran yang menggambarkan tentang buah manggis dan duku, sedangkan di baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi yang menggambarkan tentang keindahan Indonesia yang rakyatnya bersatu. Pantun 2Gunung Talang, Gunung Kelimutu Jaraknya jauh tapi sama berapinya 28 Oktober berbagai suku menyatu Jadi satu, yakni bangsa IndonesiaPantun di atas bersajak akhir dengan pola a-a-a-a, dimana baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran yang menggambarkan tentang gunung Talang dan Gunung Kelimutu, sedangkan baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi yang menggambarkan tentang bersatunya suku bangsa di Indonesia pada 28 Oktober yang merupakan hari Sumpah 3Rumah indah tak berpenghuni Redup baterai jangan ditinggalkan Betapa indahnya negara ini Hidup damai dalam persatuanPantun di atas bersajak akhir dengan pola a-b-a-b, dimana baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran yang menggambarkan tentang rumah tak berpenghuni, sedangkan baris ke-3 dan k3-4 menggambarkan tentang keindahan Indonesia yang rakyatnya hidup damai dalam 4Godaan datang satu per satu Batu terbawa ke pedalaman Cobaan membuat negeri bersatu Bersatu dalam pembangunanPantun di atas bersajak akhir dengan pola a-b-a-b, dimana baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran yang menggambarkan tentang godaan dalam kehidupan, sedangkan baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi yang menggambarkan bahwa cobaan akan membuat negeri Indonesia bersatu.***Sesuai dengan konteksnya, pantun tentang bersatu atau persatuan bertujuan untuk memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Dengan adanya persatuan maka akan mengokohkan semangat tenggang rasa, hidup bergotong-royong, serta hidup rukun dalam masyarakat yang sesuai dengan landasan negara Indonesia yaitu Pancasila.
– Pantun adalah satu dari sekian jenis puisi lama, yang memiliki sejumlah bait dan baris. Pantun sendiri istilahnya berasal dari bahasa Minangkabau, yaitu patuntun yang dapat diartikan sebagai “penuntun”. Umumnya, dalam sebuah pantun, terdapat empat larik baris, dimana pada setiap baris tersebut terdiri dari 8 hingga 12 suku kata, dan akhirannya selalu memiliki pola dan bunyi yang sama, a-b-a-b dan a-a-a-a tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a.Sejak dulu, pantun dianggap sebagai salah satu titik budaya yang menempati posisi penting dalam kehidupan manusia, terutama diantara masyarakat Melayu. Pantun biasanya digunakan dalam setiap kesempatan apapun, misalnya dalam permainan kanak-kanak, ketika akan mengungkapkan cinta, saat melakukan acara lamaran dan pernikahan, dalam lagu dan nyanyian, serta dalam hajatan apapun. Singkatnya, pantun selalu menghiasi setiap tahap kehidupan yang terjadi pada masyarakat ditelusuri kembali awal mulanya, pantun sebenarnya merupakan sastra berbentuk lisan, akan tetapi sekarang ini orang-orang banyak menjumpai bentuk pantun yang telah ditulis. Di dalam pantun, terdapat dua bagian yang biasanya tidak saling berhubungan namun tetap terikat, yaitu sampiran dan isi. Namun yang manakah bagian isi dan yang mana bagian sampiran?Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pantun terdiri dari empat baris, pada dua baris pertama, itulah yang disebut Sampiran. Sedangkan dua baris selanjutnya adalah isi dari pantun. Sampiran biasanya banyak dikaitkan dengan hal-hal tentang alam, sedangkan isi pantun merupakan bagian yang menjelaskan atau menegaskan maksud dari pantun tersebut. Untuk lebih jelasnya, akan diberikan beberapa contoh pantun tentang persatuan, seperti berikut iniPantun 1Jalan-jalan ke kota Batu Pulangnya beli buah kiwi Mari kita saling membantu Menjaga alam bumi pertiwiPantun diatas merupakan salah satu contoh pantun persatuan yang menggunakan bunyi a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi dari pantun yang menegaskan bahwa dalam kehidupan setiap orang harus saling membantu satu sama lain, bersatu guna menjaga kedamaian dan keindahan bumi 2Sia-sia tenggelam dalam duka Duduk dipintu jangan dipaksa Penduduk nya beribu suku bangsa Indonesia ber-Bhinneka Tunggal IkaPantun kedua memiliki pola akhiran a-a-a-a. Maksud dari pantun tersebut menegaskan bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki begitu banyak budaya, ras, agama, suku bangsa, dan lain sebagainya. Namun dibalik berbagai perbedaan itu, negara kita tetap merupakan satu kesatuan yang juga disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ber-Bhinneka Tunggal Ika .Pantun 3Buah naga buah semangka Dimakan tinggalah cangkang Meski dalam suka dan duka Persatuan jangan hilangSama halnya dengan pantun pertama, pantun ketiga ini juga menggunakan pola a-b-a-b. Pada baris sampiran, pantun menggambarkan tentang buah-buahan yang mana ketika daging buahnya habis, maka yang tersisa tinggalah kulit. Pada baris isi, dijelaskan tentang bagaimana seseorang seharusnya senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berada dalam situasi apapun. Sedih, suka dan duka bukanlah sebuah penghalang untuk bangkit bersama mewujudkan suatu kesatuan 4Biarkanlah umpan dimangsa Hawa dingin masuk kebaju Janganlah kita suka memaksa Bila ingin negara majuPantun 5Aisyah menenun sambil puasa Kemana dibawa kain basah Janganlah persatuan ini binasa Karena ego bangsa kita terpecahSecara garis besar, pantun ke-4 dan ke-5 tidak memiliki banyak perbedaan. Ketiganya menggunakan bunyi akhiran yang sama, yaitu a-b-a-b. Selain itu, maksud dan tujuan yang ingin disampaikan dalam pantun juga tidak berbeda, yaitu bagaimana setiap orang sebaiknya membuang sikap egois, paksaan, dan segala hal negatif lainnya guna membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Menghindarkan bumi pertiwi dari segala bentuk perpecahan yang dapat merupakan satu hal yang telah diperjuangkan bangsa Indonesia sejak dulu. Mengekspresikannya melalui sebuah pantun tidak hanya akan menjaga dan memelihara budaya seni Indonesia, namun juga mampu menjadi alat untuk melatih alur berpikir seseorang. Pantun mengajarkan kita untuk menelaah makna sebelum menuturkan kata, melatih kita berpikir cepat dengan memainkan berbagai rangkaian kata yang menarik. Bahkan hingga saat ini, remaja atau pemuda yang pandai melanturkan pantun, biasanya akan lebih dihargai oleh banyak orang.
Pantun Tentang Pahlawan – Pantun tentang pahlawan merupakan bentuk pengekspresian penghormatan dan penghargaan akan jasanya. Sebab pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan ketika memperebutkan kemerdekaan dari jajahan Belanda, patut untuk dihargai. Sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda. Mengungkapkan penghargaan melalui pantun tentang pahlawan, tidak hanya untuk para pejuang kemerdekaan yang memanggul senjata saja. Tetapi para tokoh yang menjadi panutan, seperti; para perintis kemerdekaan guru, seniman dan masih banyak lagi lainnya. Yang telah membangkitkan semangat, motivasi dan gagasan untuk meraih dan mengisi kemerdekaan ini. Maka, di setiap peringatan hari pahlawan maupun kemerdekaan selalu diingatkan akan jasa dan pengorbanannya terhadap negeri ini. Baik dalam bentuk kenangan perjuangan, film dokumenter maupun pembacaan puisi dan pantun. Dengan harapan akan semakin tumbuhnya rasa solidaritas kebangsaan dan persatuan . Tujuan Ungkapan Penghargaan Kepada Pahlawan Kebesaran suatu bangsa dapat diketahui melalui bentuk penghargaannya terhadap para pahlawan negerinya. Meskipun ungkapan tersebut hanya dalam bentuk pantun tentang pahlawan. Hal ini bisa memberikan semangat bagi generasi muda untuk ikut berpartisipasi mengisi kemerdekaan ini dengan bijak. Pengorbanan harta benda, waktu bahkan nyawa merupakan salah bentuk ketulusannya untuk perjuangannya. Kiprahnya dalam perang kemerdekaan menjadi wujud kecintaannya akan ibu pertiwi. Demikian juga setelah pasca perang tersebut, para pahlawan berjuang untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kemerdekaan republik ini. Keterlibatan para guru yang memotivasi generasi muda untuk terus mengharumkan negeri dengan membangkitkan semangat nasionalisme. Demikian juga para tenaga kerja indonesia yang berjuang ke luar negeri untuk menghidupi keluarganya. Yang sekaligus menghasilkan devisa untuk negara. Contoh Ungkapan Penghargaan Menggunakan Pantun Mengungkap penghargaan kepada para pahlawan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Ini menjadi wujud terimakasih meskipun hanya lewat kata-kata. Beberapa ungkapan seni yang dapat menjadi pantun penuh motivasi yang baik tersebut antara lain 1. Ungkapan Rasa Untuk Para Pejuang Kemerdekaan Ungkapan rasa dalam bentuk pantun tentang pahlawan yang telah mempertaruhkan, harta, waktu dan nyawanya untuk memperjuangkan kemerdekaan. Semangat untuk tidak kenal putus asa dan terus berjuang hingga tetes darah terakhirnya, menjadi inspirasi generasi muda. Beberapa ungkapan rasa penghargaan tersebut antara lain Bunga melati warnanya putih Bunga mawar berwarna merah Menjaga negeri tetap bersih Dari sasar para penjajah Mangga muda rasanya kecut Buah pisang berwarna kuning Semangat tiada rasa takut Bermodal parang dan bambu runcing Ke pasar beli Buah naga Mampir sebentar beli ikan Bukan sekedar harta dan benda Nyawa pun kau pertaruhkan Ke sawah menanam padi Jangan lupa naik pedati Berjuang sampai mati Demi sang ibu pertiwi Pedati ditarik sapi Ditemani Kereta kuda Berjuang sepenuh hati Mencapai Indonesia merdeka Ke Semarang beli jamu Mampir dulu ke Ungaran Gigihnya semangat juangmu Hingga titik darah penghabisan Naik kereta bersama ibu turunnya di stasiun Tugu Jangan khawatir pahlawanku Ku teruskan perjuanganmu Baca Juga Pantun Hari Guru 2. Pantun Untuk Para Perintis Kemerdekaan Bukan senjata yang menjadi kekuatannya, tetapi kiprahnya dalam berbagai organisasi untuk mewujudkan Indonesia raya yang sejahtera. Banyak ide dan gagasan meraih kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kesatuan negeri. Usaha yang tidak kenal menyerah sehingga melahirkan Sumpah Pemuda yang menjadi pondasi persatuan meraih kemerdekaan. Penghargaan dan pujian dengan pantun tentang pahlawan perintis kemerdekaan tersebut, seperti Buah alpukat penggugah rasa Dicampur susu lezat rasanya Gelora semangat Sumpah Pemuda Ke seluruh pelosok nusantara Membeli ikan dan sayuran Jangan lupa penyedap rasanya Menjaga persatuan dan kesatuan Mencapai Kemerdekaan bangsa Indonesia Dendangkan lagu penuh irama Enggan lirik optimisme Kumandang lagu Indonesia Raya Bangkitkan semangat nasionalisme Bikin rujak mangga muda Tambahi isi buah pepaya Saatnya para generasi muda Memaknai isi Sumpah pemuda 3. Kutipan Pantun Untuk Para Penjaga negeri Kemerdekaan yang sudah tercapai mestilah dipertahankan dan dijaga dengan penuh semangat. Para penjaga negeri nusantara ini sangat berjasa menghadapi kejamnya para pemecah belah bangsa. Ingin menguasai kekayaan negeri gemah ripah loh jinawi ini. Sebagai bentuk ucapan terimakasih, beberapa pantun tentang pahlawan penjaga negeri nusantara antara lain Buah pepaya buah mangga Diberi sambal dengan terasi Siang dan malam tetap siaga Menjaga tapal batas dengan jeli Cabai pedas dari tetangga Potongan tomat penambah rasa Tetap tegas dan waspada Hadapi rorongan pemecah belah bangsa Buah jambu dari adinda Dimakan saat perjamuan Selalu tegak penuh siaga Menjaga persatuan dan kesatuan Masak kangkung bumbu Bali Semakin mantap pakai terasi Semangat membara bayangkara negeri Siap menjaga NKRI Pisang goreng manis rasanya Ditemani secangkir kopi Pertahanan rakyat semesta Bersama TNI dan Polri 4. Pantun Untuk Guru Pahlawan Tanpa Jasa Guru yang telah mengajarkan pengetahuannya, hingga dari tangannya lahir para pemimpin dan pejuang negeri. Ajarannya yang selalu mengingatkan akan semangat mengisi kemerdekaan dengan prestasi untuk mengharumkan negeri. Meski terkadang penghasilannya sendiri tidak cukup untuk menghidupi keluarganya, tapi hal tersebut bukan halangan untuk terus mengajar. Maka ungkapan penghargaan melalui pantun tentang pahlawan tanda jasa sebagaimana berikut Ada buku ada pensil Ada papan tempat belajar Jadi guru daerah terpencil Bukan halangan tuk mengajar Wangi harum bunga melati Menjadi pengharum sepanjang hari Membagi ilmu sepenuh hati Melahirkan banyak pemimpin negeri Sejuknya udara pegunungan Berpadu dengan keindahan bunga Berbagi ilmu pengetahuan Tuk cerdaskan generasi muda Jalan-jalan bersama teman Sambil menikmati roti Meski hidup serba kekurangan Mengajarkan ilmu tetap sepenuh hati Baca buku di perpustakaan Jangan lupa kembalikan buku Meski sudah menjadi mantan Janganlah lupa hormati guru 5. Ungkapan Terimakasih Untuk Para Pahlawan Devisa Perjuangan para pahlawan devisa yang membanting tulang hingga ke luar negeri untuk menghidupi keluarga agar hidup lebih sejahtera. Meskipun di negeri lain harus menjalani berbagai kesulitan hidup, hingga ada beberapa yang harus meninggal dunia. Tentunya hal tersebut sungguh ironis sekali, seperti yang diungkapkan dalam pantun untuk pahlawan devisa ini Daun bawang bernama loncang Jangan sampai disimpan basi Berjuang ke negeri orang Sekedar mencari sesuap nasi Pergi ke Boyolali membeli sapi Mampir sebentar beli kacamata Meski sulit dan berat tetap dihadapi Demi mencukupi kebutuhan keluarga Jalan ke pasar mencari kelapa muda Di jalan mampir membeli beras Perjuanganmu hingga mancanegara Untuk pulang membawa emas Baca Juga Pantun Muda 6. Pantun penghargaan Untuk Para Pahlawan Pengharum Bangsa Yang perlu dilakukan setelah kemerdekaan adalah mengisinya dengan perilaku positif yang menghasilkan prestasi, serta menjaga nama baik Indonesia di mancanegara. Sehingga negeri ini semakin dihormati dan dihargai bangsa lain. Prestasi yang telah ditorehkan para pengharum bangsa hingga ke mancanegara patutlah dihargai. Meskipun penghargaan tersebut disampaikan melalui pantun sebagaimana berikut ini Ke toko beli sepatu Jangan lupa beli topi Saatnya torehkan prestasimu Untuk harumkan ibu pertiwi Buah semangka dari pasar legi Menjadi teman berbuka puasa Semangatmu telah harumkan negeri Hingga seluruh mancanegara Perjuangan para pahlawan bukan hanya dari caranya memanggul senjata. Andil dan partisipasinya dalam mempersiapkan dan mengisi kemerdekaan patut menjadi contoh atau suri teladan. Semangat mengharumkan nama bangsa dan negara selalu menjadi harapan dan cita-citanya. Meski harus menerima berbagai kesulitan, tetap dihadapi. Sehingga peran serta para generasi muda dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan sangat dibutuhkan. Menjaga nama baik dan kehormatan negeri menjadi tindakan wajib bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian. Semoga pantun tentang pahlawan ini dapat menginspirasi dan bermanfaat.
pantun tentang persatuan dan kesatuan