KelainanKongenital pada Anak. Definisi. Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering Syamau tnya dimna sya bisa beli vitamin/obat yg mngandung zat testoteron kusus buar burung piaraan sy tlng di jwab ya dok mksh. Balas Hapus. anjing saya pom kena katarak 1 mata cara pencegahan tanpa operasi bgmn ya dok mohon jawabannya di no ini 081904213821 thx Itu apa bisa disembuhkan Mohon di jawab dok jujur saya takut ayam saya Caraini telah diuji oleh alamarhum ayahanda tercinta untuk mengurangi katarak di matanya sewaktu beliau masih hidup. Dan alhamdulillah atas izin Allah mengalami perubahan atas penglihatannya. Mulanya saya bingung beliau merendam 3 pucuk daun katarak. Untuk apa saat itu saya bertanya beliau. Dan beliau menjawabnya "untuk mata papa". Subhanallah. Landak(porcupine) adalah landak yang selama ini kita lihat baik di TV maupun difilm karton, dimana kalau diserang musuh, dia bisa "melontarkan" durinya sehingga musuh kabur kesakitanLandak (porcupine) ini juga termasuk herbivora, Masa kehamilan sekitar 16 minggu atau hampir 100 hari, dan bisa terjadi 2 kali dalam setahun. Bayangkansaja jika kamar bersalin hamster anda berisi 10 bayi perkotak sedangkan anda mempunyai 10 kamar bersalin dengan total 100 bayi hamster maka dalam 1 bulan (hamster siap jual) anda sudah dapat penghasilan kotor Rp.1.100.000,- dengan asumsi penghitungan @Rp.5500,- untuk hamster jenis (syrian). 100 bayi tersebut diperolaeh dari 10 indukan yang Jamur ini adalah penyakit umum yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih dan terlalu lembab tentunya, jamur pada landak mini umumnya menyerang bagian kulit punggung, muka, dan telinga.Bahkan pada telinga bisa menyebabkan lendir yang keluar dari telinga (congekan.Red) dan duri rontok pada punggungnya (awalnya seperti botak kecil yang . Penggemar atau pecinta burung rasanya tidak ingin burung kesayangannya mengalami sakit, terutama pada matanya. Karena akan membuat burung akan kesulitan beraktivitas dan biasanya berakhir pada ada beberapa penyebab burung katarak yang harus diperhatikan dan dipahami oleh para pecinta burung. Pada artikel kali ini PetPi akan mengulas dan membahas beberapa penyebab dari burung yang mengalami katarak tersebut. Apalagi untuk yang baru dan mulai memelihara burung penting sekali untuk memperhatikannya secara ini beberapa penyebab yang harus dipahami dan dicegah, simak penjelasan lengkapnya. Daftar IsiPenyebab Burung Mengalami Katarak1. Proses Penjemuran2. Lampu Terlalu Terang3. Pemberian Ekstra Makanan4. Gigitan Serangga5. Faktor KeturunanPenyebab Burung Mengalami Katarakpenyebab burung katarak - hewanesiaPenyakit katarak yang menjangkiti burung terdapat bercak putih dan menyebabkan kebutaan apabila terus dibiarkan akan mempengaruhi menghindari hal tersebut terjadi, ada beberapa penyebab yang harus diantisipasi. Berikut ini ada beberapa penyebab yang membuat burung mengalami katarak. 1. Proses PenjemuranHal ini perlu untuk dipahami, kalau menjemur burung itu menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kondisi dan apabila dilakukan secara berlebihan akan berdampak pada kondisi penglihatan. Salah satu yang paling sering terjadi burung mengalami katarak atau kebutaan. Permasalahan ini muncul akibat adanya sinar UV atau ultraviolet yang berlebihan dan membuat kondisi mata pada si burung tidak mampu untuk keamanan dan tidak membuat burung mengalami katarak proses penjemuran dilakukan maksimal 2 jam saja. Semuanya bisa dimulai dari jam 8 pagi sampai 10 pagi. 2. Lampu Terlalu TerangBurung termasuk hewan yang sensitif akan sinar lampu yang berlebihan, karena akan mempengaruhi kesehatan matanya. Dalam tahap ini apabila sobat memelihara burung untuk memperhatikan lokasi baik untuk meletakkan kandang pada tempat yang tidak begitu terang atau gelap, sehingga kesehatan matanya tetap aman. Apabila sobat nekat untuk meletakan pada kondisi lampu yang begitu terang dan berlebihan siap-siap saja mata pada burung akan mengalami karena itu, sobat harus memperhatikannya dan tidak sembarangan dalam merawatnya. Karena kesehatan pada burung kesayangan menjadi prioritas penting dan harus meminimalisir penyebab burung Pemberian Ekstra MakananTidak ada salahnya memberikan ekstra makanan pada burung, karena memberikan dampak positif dalam sobat tidak memberikan ekstra makanan yang terlalu berlebihan dan berharap kondisi prima dari si burung jika diberikan terus menerus. Padahal kegiatan tersebut sangat salah dan berakhir fatal. Hindari memberikan ulat hongkong atau jerman secara berlebihan, karena akan berpengaruh pada kondisi kesehatan matanya. Untuk memastikan takaran yang pas dan tepat lebih baik sobat bisa menakarnya baik untuk memberikannya seminggu sekali atau dua kali, terpenting jangan terlalu berlebihan. Kasus ini sering terjadi pada beberapa burung kicau, seperti burung kacer, murai, dan cendet jika terlalu berlebihan memberikan ulat. 4. Gigitan SeranggaPenyebab mata burung mengalami katarak bisa juga disebabkan oleh gigitan serangga, seperti nyamuk, semut atau serangga kecil jenis sobat ingin memberikan makanan kroto lebih baik dalam kondisi bersih dari semut merahnya. Karena gigitan semut pada mata akan menyebabkan katarak. Tidak hanya itu saja, sobat perlu memperhatikan kondisi kebersihan kandang agar terhindar dari hewan lainnya terutama adanya serangga yang mengganggu. 5. Faktor KeturunanKejadian burung katarak ini hampir terjadi pada semua jenis burung. Misalnya seperti burung anis kembang, anis merah, murai batu dan kenari merupakan jenis burung yang paling banyak terkena ini bisa disimpulkan dari banyaknya kasus di lapangan. Misal indukan dari burung ini mengalami katarak, lalu keturunannya juga bisa jadi mengalami katarak pada matanya. Jadi faktor genetik burung juga menyebabkan mata burung menjadi pintar, demikianlah penjelasan mengenai penyebab burung katarak yang bisa sobat pahami dan ketahui secara menyeluruh. Semoga informasi bermanfaat dan berguna untuk sobat nantinya. Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram pintarpet untuk tahu informasi tentang Burung terbaru lainnya! Perhatian Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat. Terbit Sabtu, 15 Mei 2021, 1600 WIB Update pada Minggu, 07 November 2021, 1800 WIB Ketika lensa bagian tengah inti lensa mengeras, Anda mungkin akan mengalami rabun jauh mata minus. Ini sebabnya beberapa orang tidak lagi memerlukan kacamata baca mata plus ketika katarak jenis ini mulai terbentuk. Katarak ini juga dapat menyebabkan warna yang Anda lihat menjadi pudar, meskipun gejala ini seringnya ini tidak disadari. Hal itu terjadi karena lensa yang semakin menguning atau menjadi kecokelatan. Berikut adalah gejala-gejala yang ditimbulkan akibat katarak nuklear Penglihatan kabur Penglihatan ganda Diplopia monokuler penglihatan ganda yang terjadi hanya pada satu mata Penglihatan buruk saat gelap Kemampuan membedakan warna berkurang Silau 2. Katarak kortikal Katarak kortikal terjadi ketika bagian serat lensa yang mengelilingi nukleus menjadi buram. Jenis katarak ini dimulai dengan kekeruhan berbentuk goresan di tepi luar lensa. Gejala yang biasanya ditimbulkan akibat katarak kortikal, antara lain Mata silau Penglihatan jarak dekat berkurang Menjadi tidak sensitif terhadap kontras 3. Katarak subkapsular posterior Katarak subkapsular posterior atau posterior subcapsular cataracts PSC adalah kekeruhan yang terjadi di lensa mata bagian belakang. Jenis katarak ini cenderung terjadi pada pasien yang lebih muda daripada katarak kortikal atau nuklear. Gejala yang biasanya ditimbulkan akibat katarak jenis ini adalah Silau Kesulitan melihat jarak jauh Kemampuan penglihatan berkurang dengan cepat 4. Katarak kongenital Katarak kongenital adalah jenis katarak yang terjadi akibat bawaan lahir. Ini bisa muncul saat bayi baru lahir atau muncul ketika masa kanak-kanak. Katarak pada anak ini bersifat genetik atau bisa juga akibat infeksi yang terjadi selama masa kehamilan atau trauma. Beberapa kondisi tertentu juga dapat menyebabkan katarak pada anak, seperti distrofi miotonik, galaktosemia, neurofibromatosis tipe dua, atau rubella. Katarak kongenital tidak selalu memengaruhi penglihatan, tetapi jika iya, biasanya akan segera hilang setelah terdeteksi. 5. Subkapsular anterior Bentuk katarak lainnya adalah katarak subkapsular anterior. Katarak subkapsular anterior dapat berkembang tanpa penyebab khusus idiopatik, alias tidak diketahui penyebabnya. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat trauma atau kesalahan diagnosis iatrogenik. 6. Diabetic snowflake Katarak jenis ini menimbulkan kekeruhan berbentuk snowflake kepingan salju berwarna abu-abu putih. Seringnya, kondisi ini berkembang pesat dan membuat seluruh lensa menjadi bercahaya dan putih. Katarak diabetic snowflake sering terjadi pada pasien diabetes dengan usia yang lebih muda. Umumnya, kondisi ini ditemukan pada pasien diabetes dengan gula darah yang sangat tinggi, terutama penderita diabetes tipe 1. 7. Kutub posterior Katarak ini ditandai dengan kekeruhan berwarna putih berbatas tegas di tengah kapsul posterior lapisan untuk membungkus serat lensa mata. Katarak jenis ini tidak bergejala atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Namun, ketika berkembang, katarak kutub posterior mungkin akan memengaruhi kualitas penglihatan Anda. 8. Katarak traumatik Katarak traumatik muncul setelah mata mengalami kecelakaan, seperti cedera mata akibat benda tumpul, sengatan listrik, luka bakar kimiawi, dan paparan radiasi. Gejala kondisi ini termasuk pengaburan lensa di lokasi cedera yang bisa meluas ke seluruh bagian lensa. 9. Polikromatik Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, katarak polikromatik juga dikenal sebagai katarak “Pohon Natal”. Katarak ini ditandai dengan kristal berwarna di lensa mata. Kondisi ini disebut sebagai jenis langka dari perkembangan katarak pikun dan biasanya terjadi pada pasien dengan distrofi miotonik. 10. Komplikata Katarak komplikata merupakan kekeruhan mata akibat riwayat uveitis kronis atau berulang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh uveitis itu sendiri atau pengobatan untuk mengatasi uveitis. Tingkat kematangan katarak Seain berdasarkan penyebab, ada pula klasifikasi katarak berdasarkan tingkat kematangan atau tahapan perkembangannya. Berikut ini tahapannya 1. Katarak tahap awal Ini adalah awal mula penyakit katarak. Kondisi ini terjadi ketika mata lensa masih jernih atau transparan, tetapi kemampuan untuk mengubah fokus antara penglihatan dekat dan jauh sudah mulai berkurang. Pada kondisi ini, penglihatan Anda mungkin buram atau keruh, silau dari cahaya. Anda juga mungkin merasakan ketegangan mata meningkat. 2. Katarak imatur Katarak imatur, atau disebut juga katarak insipien, ditandai dengan protein yang mulai mengaburkan lensa dan membuat penglihatan Anda agak buram, terutama di bagian tengah. Pada titik ini, dokter mungkin akan merekomendasikan kacamata baru atau lensa anti-silau. Perkembangan katarak imatur bisa memakan waktu hingga beberapa tahun. 3. Katarak dewasa Katarak dewasa berarti tingkat kekeruhan telah meningkat cukup siginifikan sehingga tampak seperti susu berwarna putih atau kuning. Keadaan ini telah menyebar ke tepi lensa dan memiliki efek yang cukup besar pada penglihatan. Jika katarak mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan katarak. 4. Katarak hipermatur Katarak hipermatur berarti katarak telah menjadi sangat padat, merusak penglihatan secara signifikan, dan telah mengeras. Pada titik ini, katarak akan mengganggu penglihatan ke tahap lanjut. Kondisi ini bisa lebih sulit untuk dihilangkan. Jika tidak diobati, katarak hipermatur dapat menyebabkan peradangan pada mata atau peningkatan tekanan di dalam mata, yang dapat menyebabkan glaukoma. Glaukoma 5. Katarak morgagnian Katarak morgagnian adalah salah satu bentuk katarak hipermatur, ketika lensa bagian inti atau tengah sudah rusak, tenggelam, dan mencair. Pada tahap ini, operasi katarak mungkin dilakukan segera setelah penglihatan lumpuh. Mengenal jenis-jenis, gejala, penyebab katarak dapat membantu Anda mendeteksi penyakit dengan lebih cepat. Dengan begitu, Anda dapat menjalani perawatan katarak yang tepat. Anda juga bisa mengecek gejala-gejala yang Anda rasakan di sini atau menghubungi dokter. Banyak sekali kawan KM yang mengeluhkan burungnya yang terkena katarak. Katarak merupakan salah satu “penyakit” yang biasa diderita burung. Penyebabnya macam-macam. Bisa karena faktor internal makanan dan faktor eksternal cahaya silau. Untuk yang pertama, konon saya sebut konon karena saya belum pernah menemui secara langsung adalah kebanyakan UH. Sedangkan yang kedua, yang merupakan pengalaman sejumlah kawan di Solo, adalah penempatan burung yang tidak tepat ketika menjemur ataupun menggantang. Hindari menggantang burung di tempat yang dekat dengan sumber sinar yang membuat burung silau. Misalnya, jangan menggantang burung di dekat tembok terutama bercat putih yang memantulkan sinar matahari ke arah sangkar burung dan tempat2 lain yang sejenis. Hindari menggantang burung di dekat lampu misalnya ketika digantang di dalam rumah di malam hari. Sinar lampu yang terlalu dekat dengan burung, bisa membuat burung terlalu silau dan hal ini bisa menyebabkan burung terkena katarak. Tambahan, perhatikan sekeliling tempat burung biasa digantang. Kalau ada warna2 yang terlalu cerah yang bisa membuat burung silau, maka perlu diubah atau gantangan burungnya yang dipindah. Cara gampang mencari artikel klik di Duto Solo[Maaf titip pesan Kalau Anda, saudara Anda, kenalan atau rekan Anda selalu galal mendapatkan pekerjaan, coba deh ikuti konsultasi menembus dunia kerja bersama tim saya, Tim GG. Gratis…tis. Klik saja di sini.]Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster TBB, produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...Tanya tanya jawab di Forum Kesehatan Burung Duto saya pernah berdiskusi dengan salah satu dokter hewan…katanya katarak itu penyakit genetik, bila terkena pada burung kapanpun pasti akan menyebabkan kebutaan dan ini sulit dihindari..pendapat Om Duto bagaimana?Karena saya punya pengalaman yg cukup pahit dengan burung katarak..burung saya sudah jaga dari kelebihan sinar atau cahaya langsung, EF pun dijaga sedemikian rupa tapi tetep katarak dan sekarang sudah buta sebelah matanya..untuk kasusu seperti ini piye om?sebelumnya maturnuwun jadi seperti itu, tetapi genetik yang bagaimana? Sebab hal itu kan lalu bisa disebut sebagai “penyakit keturunan”. Sama seperti manusia, ada yang disebut penyakit keturunan. Lha kalau penyakit keturunan kok begitu banyak, lantas benar juga kalau ada yang guyonan “Kalau begitu Nabi Adam itu penyakitnya banyak banget ya?” Nah ini kan nggak lucu. “Penyakit keturunan” sebenarnya ada yang menurun lewat gen, tetapi ada yang menurun berdasar struktur organ tubuh. Orang yang berpenyakit asma, biasanya menurunkan keturunan yang juga berpenyakit asma, nah bagaimana logikanya? Logikanya, yang “menurun” itu sebenarnya adalah kesamaan struktur organ tubuh. Orang dengan bidang dada sempit yang membuat orang mudah kena penyakit asma ataupun TBC misalnya, akan menurunkan anak yang cenderung berdada sempit juga, dan kondisi ini memang berisiko besar kena penyakit asma atau sesak nafas. Apalagi dalam kasus TBC, mereka akan sering kontak dalam hidup keseharian dan akhirnya berisiko besar tertular. Sedangkan katarak sebenarnya adalah tumbuh/munculnya lapisan kerak di bola mata atau bagian luar retina. Munculnya lapisan ini memang cenderung terjadi pada semua burung. Hanya saja, satu dan lainnya berbeda kondisinya tergantung kondisi lingkungan dan fisik burung bersangkutan. Faktor2 makanan dan silau cahaya misalnya, sebenarnya hanyalah faktor antara, yang bisa mempercepat tumbuhnya lapisan kerak pada bola mata. Dengan meminimalisasi faktor2 pemicu, maka proses tumbuhnya kerak bisa diperlambat atau bahkan dicegah agar tidak tumbuh dan mengganggu. Untuk kasus burung Anda, apa itu burung sejak kecil memang Anda yang nanganinya, sehingga bisa benar2 dikatakan terjaga? Kalau tidak, bagaimana kondisi rawatan sebelumnya? Coba diteliti secara lebih cermat untuk megembangkan diskusi Om YulpriKalau ane juga pernah denger penjelasan dari dokter hewan, bahwa katarak itu emang penyakit keturunan. Dan percaya ini mengingat penjelasannya yang cukup masuk akal dan berdasarkan keilmuannya. Ini pernah ane tanyakan juga di Forum ini dan dijawab oleh drh Edi. Linknya penjelasan beliau, ini ane kutip“katarak pada burung merupakan pengeruhan pada lensa mata burung sehingga lensa burung terlihat berwar titik putih. jika prosesnya melanjut maka warna putihnya akan semakin membesar. Biasanya terjadi pada salah satu bola mata lebih dulu, dan jika melanjut dapat terjadi pada kedua lensa mata burung. Kejadian katarak terjadi hampir pada semua jenis burung anis merah, anis kembang, kenari, murai batu dan burung lainnya. Dari berbagai literatur yang ada menjelaskan bahwa penyebab utama katarak adalah faktor genetis. Hal ini bisa terlihat pada kasus di lapangan. Misalnya burung kenari jenis YorkShire lebih sering mengalami katarak dibandingkan jenis holand karena banyak kenari jenis YS yang kena katarak sehingga keturunannyapun ada yang mengalami katarak. Mitos yang beredar di kicaumania agak lucu dan tidak benar yaitu katarak disebabkan penjemuran yang terlalu lama atau katarak karena pemberian ulat hongkong. Semua mitos tersebut tidak pada manusia, pengeruhan lensa mata dapat diatasi dengan penggantian lensa mata melalui sebuah operasi mata. Sayang sekali hingga kini belum ada industri yang membuat lensa mata burung, sehingga nasib burung yang sakit katarak belum sebaik manusia. Alhasil katarak pada burung belum dapat peneliti melaporkan pemberian vitamin A dan pemberian nutrisi yang lengkap pada burung dapat menunda proses katarak karena proses reaksi reaksi enzimatis dalam tubuh berlangsung lebih sempurna. saya sangat menganjurkan pemakaian vitamin dan suplemen yang tepat untuk memenuhi nurti pada burung karena kebutuhan gizi burung sangat tergantung pada nutrisi yang diberikan oleh sang pemiliknya Boedi.” Nah menurut penjelasan om Duto dan Om Dokter Edi ini, ane pikir singkron, katarak pada Burung bisa diperlambat prosesnya dengan perawatan yang tepat. Bisa jadi dengan nutrisi yang cukup dan ujar2 Om Duto yang menyatakan, kasihan nabi Adam banyak sekali penyakit yang diturunkan.. hehehe nurut ane nggak gitu juga. Penyakit ini bisa datang dari proses evolusi yang panjang, bisa jadi suatu proses mutasi yang menyebabkan mahluk hidup terkena suatu penyakit. Dan penyakit yang datang ini bisa diturunkan juga. Jadi yah belum tentu dari Nabi Adam. Bisa jadi dari cucunya yang kesekian, trus kena Mutasi, trus sakit, mutasi ini merubah struktur gen-nya dan sialnya ini bisa diturunkan..Makin menarik kan bahasannya.. hehehe ..Komentar Duto untuk Om YulpriDapatkan aplikasi Gratis... Kalau soal penjelasan drh Edi, saya tidak tahu apakah itu referensi khusus katarak pada burung ataukah pada manusia? Kalau pada burung, mungkin pernah dilakukan penelitian dan ada referensinya. Tetapi sejauh ini, referensi soal katarak adalah katarak pada manusia. Nah untuk yang satu ini, saya lebih percaya kepada doker spesialis mata. Mereka American Academy of Ophthalmology, hanya menyinggung sedikit soal faktor genetis. Sebab, penyebab katarak lebih banyak karena faktor luar penyakit degeneratif; penurunan daya tahan tubuh dan bukan “penurunan” dalam arti genetis. itu, ahli yang lain mengatakan bawa “Penyakit katarak banyak terjadi di negara-negara tropis seperti Indonesia. Hal ini berkaitan dengan faktor penyebab katarak, yakni sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari. Penyebab lainnya adalah kekurangan gizi yang dapat mempercepat proses berkembangnya penyakit katarak”. artikel lain disebutkan bahwa berdasar penyebabnya, maka ada katarak kongenital, katarak komplikata, katara senilis dan katarak traumatik. Di sana tidak disinggung soal genetika. Tetapi mohon maaf, itu tadi referensi katarak pada manusia. Kalau pada hewan karena Pak Edi adalah dokter hewan, saya benar-benar belum mendapatkan referensinya kecuali memang dari drh Edi itu sendiri yang dikutip Om Duto Komentar balik Om YulrpiOK Om Duto, ane senang dan bangga diskusi ama Om Duto yang dari dulu ane kagumi tulisan-tulisannya…Dari reffrensi yang om Duto tuliskan, ane kutip nih dari Penyebab Katarak ? Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi * Faktor keturunan. * Cacat bawaan sejak lahir. * Masalah kesehatan, misalnya diabetes. * Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid. * Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. * Operasi mata sebelumnya. * Trauma kecelakaan pada mata. * Faktor-faktor lainya yang belum di sini ane lihat faktor keturunan merupakan salah satu faktor munculnya katarak”.di ane kutip lagi“katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi * Faktor keturunan. * Cacat bawaan sejak lahir. * Masalah kesehatan, misalnya diabetes. * Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid. * Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. * Operasi mata sebelumnya. * Trauma kecelakaan pada mata. * Faktor-faktor lainya yang belum berdasarkan jenis kataraknya emang benar sumber yang om Duto sampaikan menuliskan bahwaSecara umum terdapat 4 jenis katarak seperti Congenital, merupakan katarak yang terjadi sejak bayi lahir dan berkembang pada tahun pertama dalam hidupnya. Jenis katarak ini sangat jarang Traumatik, merupakan katarak yang terjadi karena kecelakaan pada Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes daripada oleh populasi secara Katarak yang berkaitan dengan usia, merupakan jenis katarak yang paling umum. Berdasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat pandangan baca, bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna birru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan baca jadi panjang nih,,…Tapi seperti yang disampaikan om Duto, ini katarak pada Manusia, kalau pada burung emang mesti dicari lagi refrensi dan penelitiannya. TxKomentar untuk komentar Om YulpriYa itulah masalahnya Om. Soal penyakit keturunan itu apakah sifatnya genetis seperti albino misalnya ataukah “penyakit menurun” dalam konteks yang lain saya belum menemukan referensi jelas yang menyebutkan bahwa hal itu terbawa oleh DNA orang tua/genetis. Kalau keturunan dalam konteks yang lain ini, di depan pernah saya tulis begini“Penyakit keturunan” sebenarnya ada yang menurun lewat gen, tetapi ada yang menurun berdasar struktur organ tubuh. Orang yang berpenyakit asma, biasanya menurunkan keturunan yang juga berpenyakit asma, nah bagaimana logikanya? Logikanya, yang “menurun” itu sebenarnya adalah kesamaan struktur organ tubuh. Orang dengan bidang dada sempit yang membuat orang mudah kena penyakit asma ataupun TBC misalnya, akan menurunkan anak yang cenderung berdada sempit juga, dan kondisi ini memang berisiko besar kena penyakit asma atau sesak nafas. Apalagi dalam kasus TBC, mereka akan sering kontak dalam hidup keseharian dan akhirnya berisiko besar mangga Duto Penting Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING gampang mencari artikel di klik di sini. Penyakit katarak adalah gangguan yang terjadi pada mata akibat adanya peningkatan lapisan kabut atau pengeruhan pada lensa mata burung. Burung peliharaan sering sekali mengalami katarak dengan gejala awal hanya berupa titik putih kecil transparan, tapi jika tidak segera di obati titik kecil tersebut lama-kelamaan akan semakin lebar dan menutupi hampir seluruh permukaan lensa mata burung. Katarak bukan merupakan penyakit genetik, tapi lebih banyak disebabkan karena faktor-faktor eksternal di antaranya • Sering terkena paparan sinar ultraviolet atau cahaya yang menyilaukan mata lainnya. • Kurang asupan pakan yang mengandung vitamin A. • Gizi buruk, dll. Banyak yang beranggapan bahwa penyakit katarak pada burung tidak dapat disembuhkan, tapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena penyakit katarak sebetulnya bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, rutin dan teratur, walaupun memerlukan waktu yang cukup lama namun secara berangsur-angsur flek putih atau pengeruhan pada lensa mata burung secara berangsur-angsur akan semakin berkurang/tipis sehingga burung bisa kembali melihat dengan normal. Katarak memang tidak dapat langsung disembuhkan tanpa melalui operasi, namun dengan pengobatan menggunakan obat-obatan yang tepat katarak bisa sembuh meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Penyakit katarak pada burung peliharaan bisa dicegah asalkan burung mendapatkan perawatan dan perlakuan yang baik, salah satu caranya yaitu • Jangan menempatkan burung ditempat yang terkena sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama kecuali ketika dijemur dan jangan menggantang burung didekat tembok dengan warna cerah/mencolok yang dapat memantulkan sinar matahari sehingga menyilaukan mata burung, karena dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan mata burung mengalami katarak. • Jangan menempatkan burung didekat lampu pada malam hari, karena hal itu selain dapat menyebabkan mata burung menjadi katarak juga dapat mengundang bahaya lain, karena pada malam hari banyak sekali serangga-serangga beracun yang mengerubungi lampu dan bisa saja dimakan oleh burung. • Berikan pakan alami yang banyak mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata burung, dengan cara - Berikan jangkrik dan ulat hongkong UH yang sebelumnya telah diberi makan sayur-sayuran yang banyak mengandung vitamin A seperti bayam dan wortel sehingga ketika jangkrik dan ulat hongkong tersebut dikonsumsi oleh burung maka bayam dan wortel yang ada dalam perut jangkrik dan ulat hongkong akan ikut termakan oleh burung-burung pemakan serangga seperti Murai Batu, Kacer, Anis, Cendet, dan burung-burung lainnya. - Berikan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A seperti pepaya, jambu biji, apel, dan pisang pada burung-burung pamakan buah seperti Cucak ijo CI, Cucak jenggot CJ, Cucak rowo CR, Trucukan dan burung-burung lainnya. - Selain diberikan ekstra fooding EF berupa sayur-sayuran dan buah-buahan, berikan juga kuning telur ayam, kuning telur puyuh, atau kuning telur bebek pada burung-burung sejenis Kenari dan Lovebird LB. Baca juga Pengobatan katarak pada burung dengan cara alami Cara mengobati burung yang kena penyakit tetelo Faktor genetika sangat menentukan kualitas anakan Murai Batu Demikian sedikit informasi tentang "Cara mencegah agar burung tidak terkena katarak". Untuk informasi lain seputar burung kicau, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain. Semoga bermanfaat Terima kasih Murai Batu MB Katarak Kompas TV nasional kesehatan Minggu, 5 Desember 2021 1840 WIB - Tidak hanya pada usia senja, penyakit katarak juga dapat menyerang usia muda. Namun penyakit katarak yang di alami pada usia muda memiliki faktor yang berbeda dengan penyakit yang dialami oleh usia senja. Penyakit katarak umumnya dapat terbentuk pada salah satu mata saja atau bisa juga keduanya. Pada awalnya gejala yang muncul biasanya tidak begitu terasa, namun seiring berjalannya waktu katarak dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Ada beberapa gejala awal yang menjadi penyebab penyakit katarak. Diantaranya adalah, pandangan mata menjadi buram, sensitifitas mata terhadap cahaya atau sinar menjadi tinggi. Penglihatan menjadi ganda, lemahnya penglihatan pada malam hari, dan warna disekitar telihat memudar. Selain itu gejala dari penyakit katarak yang dialami dapat terjadi karena protein pada lensa mata membentuk gumpalan, sehingga lensa mata menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya. Lalu apakah penyakit katarak bisa disembuhkan? Dalam dialog Ayo Sehat dijelaskan bahwa, katarak tidak bisa diobati tapi bisa diatasi dengan operasi. Dengan kecanggihan saat ini operasi katarak menjadi operasi yang paling aman di bidang kedokteran. Walaupun operasi katarak dapat dikatakan memiliki tingkat kesulitan tinggi, namum operasi sekarang sudah menjadi operasi yang sangat simple. Dimana operasi katarak memakan waktu sekitar 10 menit, sehingga tidak memberatkan usai senja. Metode pembiusannya cukup ditetesi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Luka yang ditimbulkan sebesar 2-2,5 milimeter, proses penyembuhan pasca operasi pun juga terbilang cepat. Disclaimer Episode ini sudah pernah tayang di KompasTV dan diupload kembali di channel YouTube pada tanggal 25 Maret 2021. Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA

apakah katarak pada burung bisa disembuhkan